Cerita seks 2018 Merawanin adik pacar ku

Riri, Adik Pacarku akhirnya Perawannya Kurenggut  Xzan_Cah_Depza Kenikmatan Bersama Adik Pacarku yang Montok - Cerita Sex critasex Bercinta Dengan Adik Pacarku - Wisatalendir Cerita Dewasa - Bercinta dengan Adik Sendiri ketika Pacar tak kuat  www beritaharian
Cerita-Sex-Dewasa-Adik-Pacarku-Yang-Ku-PuaskanCerita Sex Dewasa - Perkenalkan Namaku Aryo, Umurku sekarang 23 tahun, aku tinggal di malang. Aku mempunyai seorang cewek bernama Kristin, namun saat ini dia sedang kuliah di luar kota di medan. Cewek ku mempunyai seorang adik perempuan bernama Melda dan saat ini Melda satu kampus dengan ku.

Melda berumur 20 tahun, Dan dia juga menganggap aku sebagai kakaknya sendiri. Kami pun sering makan bareng, bahkan dia juga merawat aku saat aku sedang sakit, Namun itu hanya karena dia menganggap aku kakak kandung nya.

Oh iya, Melda itu memiliki ciri-ciri tinggi badan 165cm, 50 KG, dan wajah nya spesies orang sunda, rambut pendek dan ukuran buah dada nya cukup kecil 32B. Namun diam diam aku memiliki hasrat tersembunyi kepada Melda.

Mengingat pacarku yang cukup jauh, aku cukup kesepian dan Melda lah yang menemaiku sehari hari. Aku memang memiliki nafsu sex yang tinggi, Setelah cewek ku memustuskan untuk kuliah diluar kota, Nafsu sex ku juga jarang terpenuhi.

Malam itu, nafsu ku membara setelah menonton film porno selama 3 jam. “kringg” tiba tiba telepon ku bunyi, Rupanya Melda  menelepon ingin datang ke rumah ku meminta aku membantu nya mengerjakan tugas.

Dan muncul lah benak pikiran kotor untuk mencoba sex yang ada di film porno dengan Melda sebagai targetnya. Malam itu aku merencanakan sesuatu untuk meniduri Melda, Aku pun membeli obat perangsang

“ting..tongg” bel berbunyi, Rupanya Melda sudah sampai, aku pun mempersilahkan masuk “Mel, mau minum apa?”
“apa aja deh bang” jawab nya sambil mengeluarkan tugasnya
Aku pun kebelakang untuk membuatkan segelas teh dan ku campurkan obat perangsang ke dalam teh nya.
“ni Mel, minum dulu” sambil memberikan segelas teh nya
“iya bang, makasih ya” Aku hanya mengangguk.

Setengah jam pun berlalu, Melda malah merasa pusing dan tiba tiba pingsan, Mungkin aku mencampur obat perangsang terlalu banyak. Tapi ini malah membuatku lebih bergairah
Aku pun mengangkat Melda ke kamar dan ku bawa seutas tali untuk mengingkat tangan nya di pojok tempat tidur. Setelah siap mengingkat, aku pun membangunkan Melda.
“apa apa an ini bang?” Teriak nya.
“gak papa kok Mel, abang cuma mau membawa kamu ngerasain kenikmatan” jawabku sambil tertawa
“lepasin Melda bang.. Melda mohon” sambil menangis, Namun aku tidak menghiaraukan karena nafsu yang sudah membara.

“aku mau diapakan bang.. jangan bang?” langsung ku bekap mulutnya dan mulai muncium lehernya dengan liar, dia masih mengerang, Lalu aku pun pindah mencium bibirnya, namun dia masih menolak.

Namun tampak nya dampak obat nya mulai merangsang, Melda kelihatan begeliat kenikmatan saat aku mulai meremas toketnya yang mungil.

“mmhhh.. jangan bang..jangann…mmhhh” Sambil bergeliat

Aku membuka baju nya, nampak kedua buah gunung mungil yang dilapisi BH. Segera ku buka BH nya dengan paksa, Puting yang berwarna kemerah merahan dan mulus itu membuat aku tidak berdaya dan langsung mengemut puting nya secara bergantian.

“berhentii..ahhh.aaahhh…berhen…ahh” sambil mendesah, bisa kulihat dari raut wajahnya yang juga tampak merasa nikmat. aku pun meremas payudaranya dan “ahh..bang..enakkk bangg…ahhh” obat perangsang nya pun sudah berjalan penuh.

“enak kan Mel…” sambil terus memainkan puting nya dan mencium lehernya
“enakk bang…remas susu Melda bang..ahhhh..ahhh” aku pun membuka rok nya sekaligus dengan CD nya. Memek nya yang ditumbuhi bulu bulu tipis itu nampak sangat menggoda. Namun Melda kembali sadar meskipun tengah dilanda obat perangsang.

Kini Melda pun sudah telanjang bulat, aku langsung bangun dan memandangi wajah Melda dengan tangan terikat, tanpa benang sehelaipun, Dengan cepat aku langsung melepas seluruh pakaianku sehingga aku telanjang bulat juga, melihat aku telanjang,

Melda langsung sontak kaget melihat Penisku. ukuran nya sih kayaknya standar saja, karena ukurannya 15 cm, tapi karena Melda itu dasarnya orang yang polos, dan bisa dikatakan lugu, maka dia tetap kaget.

bibirku langsung cepat melumat bibirnya Melda dengan memeras dan memilin putting susunya, Melda mulai mengerang “ ahhh…ahhh…ehmmm ” aku mulai menurun bibirku ke arah buah toket nya, dan mulai menjulur kebawah lagi hingga ke liang memeknya.

Sambil tetap memeras dan memilin2 susunya, aku menjilat vaginanya, tetapi karena reaksi Melda yang terus mendesah keras membuat aku semakin liar menjilat-jilati memeknya dengan klistori nya ku mainkan.

Melda saat itu sudah mulai menutup mata merasakan nikmat nya, sambil terus mendesah..

“Aaahhh,,,mmmhhh..ahhhh…ahhhh” karena merasa sudah sedikit aman, aku mencoba melepas ikatan tali ditangannya secara pelan pelan untuk melihat perlawan nya, namun yang dilakukan sama Melda malah membimbing tanganku untuk memilin2 putingnya sambil berteriak..

“terrusss bangg….mmmpphhh,,,..aahhh…” mungkin karena obat perangsang nya sudah merajarela.
selama 15 menit aku jilati memeknya yang sudah basah, tiba-tiba dia memegang tanganku dengan kencang sekali, tubuhnya kaku, dan dia menggelinjang hebat sambil berteriak “ 

Aaahhh..bangg…..aku mau kelaur..aaahhh…” aku tetap menjilat sampai akhirnya dia orgasme dan mengeluarkan cairan banyak sekali sampai mulutku blepotan terkena cairan nya ”uuhhh..ahhh…ahhh…uuhhh” sambil menggelinjang.

“enak bang..enakk..Melda mau lagi bang..ahhhh..” gumamnya

Kembali langsung aku cium bibirnya dengan penuh kelembutan, Melda pun akhirnya membalas ciumanku, kujulurkan lidahku di bibirnya, dan dia membalas dengan saling memainkan lidah, sambil berciuman tanganku tetap meremas dan memilin putting susunya, sehingga Melda mulai terangsang kembali, sambil terus mendesah aku terus menciumi lehernya.

Melda terus mendesah kenikmatan dan membuat nafsuku semakin tinggi, aku mulai semakin turun menjilati memeknya kembali, dan memeknya sudah basah kembali, karena sudah mulai terangsang, aku mencoba memasukkan penisku, Melda nampaknya agak tersentak kaget “ Bang..jangan bang.. jangan dimasukan bang…”

“abang cuma menggesek-gesek kok Mel, gak apa2, gak bakalan masuk kok”, jawabku..dia hanya diam mengiyakan, aku pun mulai menggesek-gesekan penisku ke lubang kenikmatannya, sambil mengulum toketnya dan sebelah tanganku meremas dan memilin putingnya.

Kadang aku memberhentikan gesekanku, tetapi malah Melda menggoyang pinggulnya supaya klitorisnya mengenai penisku, karena Melda sudah tidak tahan atas rangsangan yang begitu hebat, maka secara tidak sadar Melda terlena dan berbisik kepadaku..

“ bang..akkuu, uddaah gak tahaan..akkhhh, massukkin aja bangg…sssshhh” mendengar kata kata tersebut, aku langusng masukin penisku secara pelan-pelan, lubangnya sempit sekali, karena memang Melda masih perawan.

terus menerus mencoba dan berusaha sekuat tenaga, Melda tiba tiba berteriak “ Pelan pelan dong bang..sakit nihh”, aku hanya diam, setekah 5 menit, akhirnya “jleeebbb” , penisku menembus ke vaginanya, 

“ Ahhh… sakit bang..ahhh“, Nampak darah segar mengalir keluar dari vagina Melda. “ Sakitnya cuma bentar aja kok Mel, habis itu akan enak” jawabku, sambil terus memompa batang penisku di lubang memek Melda yang sempit dan kemerah merahan,

Penisku seperti dipijit-pijit oleh lubang kenikmatannya, rasanya sungguh nikmat, benar-benar merasakan surga dunia, Melda pun tampak menikmatinya sambil mendesah “ Aaahhh…ahhh…ahh…teruss bang..ssshh…mmmhh..ahhh, jangann berrhenti…bang..ahhh, ennaakk sekali bang…”

Aku memompa semakin cepat, sampai toket nya bergerak naik turun.. suatu pemandangan yang sungguh menggairahkan melihat Melda telanjang bulat dan sedang aku setubuhi.. setelah 15 menit aku memompa,

Tiba-tiba Melda menggelinjang dengan hebat, sepertinya Melda sudah mau orgasme kembali. langsung kupercepat goyangan ku dan akhirnya “Ahhhh…ahhhhh…ahhhh…mmmhhh” Melda pun orgasme untuk yang kedua kalinya..

aku merasakan ada cairan panas di kepala penisku, aku tetap mengocok tubuh Melda sehingga selang beberapa waktu aku juga merasakan orgasme..

” Mel, aku juga mau keluar…” langsung aku keluarkan di dalam rahim Melda, setelah orgasme, kami berdua saling berpelukan cukup lama, dan aku membiarkan penisku berada di liang vaginanya.. 

Ceritaseks Terkait



Home